Selasa, 14 Februari 2017

Cerita Gaib - Dihadang Oleh Kuntilanak

Cerita Gaib - Dihadang Oleh Kuntilanak - Hallo sahabat MISTERI GUNUNG JATI, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Cerita Gaib - Dihadang Oleh Kuntilanak, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cerita Gaib - Dihadang Oleh Kuntilanak
link : Cerita Gaib - Dihadang Oleh Kuntilanak

Baca juga


Cerita-Gaib-Dihadang-Oleh-KuntilanakCerita Gaib - Kisah ini terjadi serta diceritakan langsung oleh pelaku yang tinggal di daerah Kabupaten Sanggau, Kalbar, Dimana selama satu minggu dirinya tidak sadarkan diri sesudah tubuhnya ditemukan diatas kuburan, di hari Kamis malam Jumat Kliwon, kejadiannya 6 tahun yang lalu, saya mengalami suatu kejadian tersebut, dan hingga saat kejadian itu yang masih membekas jelas diingatan saya, mungkin ini yang akan menjadi sebuah pengalaman menyeramkan di sepanjang hidup saya.

Sebelumnya, saya tak percaya sama sekali soal cerita berbau hantu, mistik dan sejenis lainnya, tapi hal tersebut berubah sesudah saya sendiri sudah mengalami hidayah untuk saya kembali ke jalan Tuhan Yang Maha Esa, semenjak peristiwa itu saya kembali rajin menjalankan sholat, pada hal sebelumnya saya termasuk pemuda berandalan, sebab pengalaman tersebut pula setiap malam saya menjadi rajin membaca Al Quran.

Sebagai pemuda yang masih lajang, disetiap malam saya suka mendengar musik dan menonton tv, yang ditanggaporang disebuah pesta atau hajatan, bagus itu dikampung saya atau pun dikampung-kampung tetangga, selain sekedar untuk mencari hiburan, siapa yang tahu ada gadis yang mau dengan saya untuk kujadikan pacar, biasanya kami selalu pergi ramai-ramai dengan mengendarai sepeda motor.

Ceritanya, malam tersebut terpaksa saya pulang sendirian dari menonton acara musik dikampung tetangga, jarak dari kampung saya dengan kampung sebelah kurang lebih 3 (tiga) KM, jalan penghubung satu-satunya dari kampung saya ke kampung sebelah harus melewati perkebunan sawit, semuanya temen-temen saya, malam itu telah pulang terlebih dulu, sebetulnya salah saya sendiri, sebab sebelumnya kami telah sepakat, jam setengah dua belas malam harus telah berkumpul disatu lokasi yang telah disepakati untuk pulang bareng, sebab keasyikan menonton acara tersebut, sampai saya lupa dengan kesepakatan tersebut, mungkin, sebab dinanti-nanti hingga pukul dua belas saya masih belum hadir juga, kemudian temen-temen saya memutuskan untuk pulang duluan, semua temen-temen saya mengira saya telah puluh duluan.

Sailnya, malam ini saya tidak membawa kenderaan sendiri, ketika berangkat saya dibonceng dengan menggunakan sepeda motor temen saya, dengan perasaan jengkel, saya putuskan untuk pulang sendirian dengan berjalan kaki waktu berjarak yang akan saya tempuh sangat cukup lumanyan jauh untuk berjalan kaki, perasaan takut tidak menjadi masalah bagi saya.

Dari kecil saya tidak kenal dengan namanya takut, apa lagi dengan hantu, saya sama sekali tak mempercayai keberadaannya.

Suara jangkrik mengiringi langkah saya menyusuri jalanan yang sunyi senyap, sesekali ada terdengar suara burung hantu di kejauhan, pohon-pohon karet berdiri membisu berjajar dikanan dan kiri jalan, untungnya saat itu bulan purnama, sampai keadaan jalan tak begitu gelap.

Untuk mengusir kesunyian, sengaja saya bersiul-siul bernyanyi lagu kesukaan saya, yang anehnya, begitu sampai ditengah-tengah kebun sawit, entah kenapa tiba-tiba saja seluruh badan saya merinding, saya melihat jam sudah menunjukan pukul 01.00 malam.

Bertemu Dengan Kuntilanak

Tiba-tiba sebatang cabang kayu yang amat cukup besar jatuh ditepat hadapan saya, suaranya sangat mengejutkan saya sampai jantung saya hampir mau copot, sebab menghalangi jalan, saya berusaha untuk menyingkiran cabang kayu tersebut ke samping, belum lagi cabang kayu tersebut berhasil saya singkirkan, tiba-tiba saya terdengar suara tawa cekikikan, suara tersebut nyaring sekali.

Hati kecil saya berkata, "Jangan-jangan ini Suara Kuntilanak!"

Saya perhatikan disekeliling saya tetapi tak ada apa-apa, kembali suara tawa cekikikan tersebut terdengar kembali saya perhatikan sekeliling saya, akan tetapi tetap saya tak melihat apa-apa, cuma pepohonan sawit yang berdiri mematung tertimpa cahaya bulan, terus-terus suara tawa cekikikan tersebut terdengar, kali ini justru lebih kuat serta berulang-ulang.

"Betul sekali ini pasti sudah Kuntilanak! ucap saya dalam hati.

Cerita-Gaib-Dihadang-oleh-Kuntilanak
Sebab suara tawa tersebut terus saja terdengar, saya bukannya takut justru timbul rasa kesel saya, dengan penuh emosi, saya berteriak menantang Kuntilanak.

"Heiiii ..... jangan ganggu saya, jika berani jangan sembunyi-sembunyi, perlihatkan wujud kamu, kamu pikir saya takut sama kamu, dasar setan, cepat keluar kau setan!" teriak saya malam itu.

Begitu saya selesai berteriak, suara tawa itu pun berhenti, sebab dari kecil saya dikenal sebagai anak yang pemberani untuk menghadapi situasi seperti ini, tak ada sedikit pun rasa takut dibenak saya justru muncul rasa penasaran saya, seperti apa sih wujudnya Kuntilanak tersebut, saya tunggu beberapa saat, namun, suara tawa itu tak terdengar lagi, dengan perasaan kesel kembali saya bermaksud melangkahkan kaki saya, namun belum sempat kaki saya melangkah, tiba-tiba bahu saya sepertinya ada yang menepuk dari belakang, diiringi sapaan suara perempuan.

Dengan sangat terkejut, terburu-buru saya langsung putarkan badan saya, menghadap ke belakang, seorang perempuan dengan wajah tertunduk berdiri tepat dibelakang daya, entah dari mana datangnya, saya mundur beberapa langkah ke belakang, sambil terus melihat perempuan itu, saya lihat baju putih panjang menutupi kakinya serta tangannya, saat itu saya juga mencium aroma bunga kantil, masih belum sempat saya bertanya kepada perempuan tersebut, tiba-tiba dengan perlahan-lahan perempuan tersebut menengadahkan wajahnya, dikeremangan malam, saya lihat muka perempuan itu pucat sekali keduanya matanya bolong, serta dari kedua lubang matanya memancarkan sinar merah, rambutnya awut-awutan.

Spontan rasa takut menyergap saya, baru kali ini saya merasakan ketakutan, dan jantung saya berdebar dengan kencang mena kala secara tiba-tiba perempuan itu tertawa cekikikan lagi sambil memperlihatkan taringnya, terus kedua tanganya diacungkan kepada saya, seolah-olah ingin mencekik saya, kembali saya dibuat terkejut, ternyata jari-jari tanganya tinggal tulang semuanya.

"Kun ... kun ...Kuntilanak" teriak saya dengan tergagap, tanpa pikir panjang lagi saya ambil langkah seribu, melihat saya lari, Kuntilanak itu pun ikut berlari untuk mengejar saya, sekilas bisa saya melihat tubuhnya melayang-layang terbang, dengan suara tawa cekikikannya sangat nyaring mengerikan, dengan sekuat tenang saya percepat berlari saya, namun Kuntilanak tersebut terus saja mengejar saya dengan disertai suara tawa cekikikan yang menakutkan sedangkan rasa takut yang saya rasakan, semakin menjadi-jadi, baru kali ini saya merasakan takutnya yang teramat sangat.

Demikian artikel dari Cerita Gaib - Dihadang Oleh Kuntilanak saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.









































Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cerita Gaib - Dihadang Oleh Kuntilanak

0 komentar:

Posting Komentar